Postingan

Kos Kosan 'Mereka'

Gambar
Cerita kesurupan memang sering kali kita dengar. Bahkan kita juga sering menyaksikan dengan mata kepala sendiri ketika ada seseorang yang tiba-tiba berteriak tidak karuan, sambil menjerit-jerit serta menangis tanpa sebab yang jelas. Banyak kejadian tentang kesurupan atau kerasukan yang mana pelakunya adalah makhluk tak kasat mata atau jin. Percaya atau tidak, jin memang bisa mengendalikan tubuh seseorang yang memiliki daya tahan tubuh lemah serta kurangnya perlindungan dari diri sendiri. Entah kurangnya kita dalam mendekatkan diri kepada Tuhan, atau memang ‘makhluk’ itu yang senang mengambil alih tubuh manusia. Karena mereka tidak mengenal jenis kelamin, rupa, bahkan agama untuk menguasi tubuh kita. Ketika aku berumur belasan tahun yang lalu, aku dan keluargaku mengunjungi kakak pertamaku yang sedang kuliah di Ibukota. Saat itu, tepatnya kakakku sudah tidak kuliah lagi karena ia baru saja wisuda. Dia seorang perempuan yang tinggal di sebuah kos-kosan khusus untuk perempuan. Tapi, ...

Ruang Bawah Tanah

Ruang Bawah Tanah Amel dan keluarganya barusan pindah di rumah baru. Rumah barunya lebih besar dan memiliki ruang bawah tanah. “Kak, ke ruang bawah tanah yuk!” ajak Imel, adik Amel. “Ke ruang bawah tanah?” Amel mengernyitkan dahinya. “Jangan ah, serem kan” tambah Putri, teman Amel yang berkunjung ke rumah Amel. Karena Imel merengek, akhirnya mereka menurutinya. Di ruang bawah tanah, sangatlah gelap dan pengap. Tiba tiba mereka mendengar suara tangisan. “Tolong aku, laparrrr” rintihnya. Mereka bertiga mulai ketakutan. Amel menyalakan senternya. Ia melihat di pojokan, ada wanita berambut panjang yang berjongkok di situ. Wanita itu menoleh ke arah Amel, Imel dan Putri. Wajahnya retak, matanya hanya satu dan mulutnya sobek sampai ke telinga. Wanita bermuka buruk itu berjalan tergopoh gopoh berjalan ke arah kami.“Uwaaaaa!!!” Amel, Imel dan Putri berlari menuju tangga. Tapi, naas, Putri berhasil digeret oleh wanita itu. Leher Putri digigit. Dan Putri dimakan oleh wanita itu. Sejak...

Terjebak Dunia

Gedoran bertubi-tubi dari pintu kontrakan berhasil membangunkan didi dari mimpinya. Masih dalam kesadaran yang belum pulih, hanya mata yang terbuka, dan sebentar… apa yang baru saja ia dengar? Tak lama kemudian gedoran itu kembali terdengar jelas, kali ini bahkan lebih keras dari sebelumnya dibarengi teriakan seorang laki-laki. “Mas..!! Maaaassss..!!” Sepertinya didi kenal dengan suaranya. “Mba, ini ada orangnya gak?”Aduh.. itu pasti dia. Alasan apa lagi yang harus aku katakan? Gawat. Ketakutan dan Kebingungan bercampur perasaan aneh tiba-tiba melanda didi. Beberapa hari sebelumnya dia sudah mencoba mencari ke mana-mana tapi tetap gagal, didi belum juga menemukan pinjaman. Tak lama setelah memutar otak, dia memberanikan diri beranjak ke pintu yang sedari tadi berisik karena suara gedoran. Walau tak yakin, pintu kontrakan dibukanya pelan-pelan. Didi sadar saat itu sedang memikul kesalahan yang dibuatnya sendiri, namun dia berusaha untuk tetap tenang. Kini dirinya sudah berada ...

Mereka Ikut Bermain Petak Umpet

Ini kisahku. Kisah yang kualami sendiri bersama ketiga sahabatku. Aku akan memberi mereka nama samaran. Saat itu, aku, Rachell, Hana dan Tiara janjian untuk bermain ke rumah Hana. Kami akan membuat slime. Karena rumahku dan rumah Tiara berdekatan, kami berangkat berdua menaiki mobilku. Sedangkan, rumah Rachell dan Hana juga berdekatan. Sesampainya di rumah Hana, kami pun langsung membuat slime. Setelah membuat slime, kami mengobrol ngobrol dan bersendau gurau. Mama Hana sedang pergi beli makan.Setelah selesai makan, “Ke rumah Rachell aja yuk!” ajak Hana. Dengan berjalan kaki, kami sampai di rumah Rachell. Di jalan tadi, kami sempat membeli pop ice lho. “Gimana kalau kita nonton film?” usul Rachell. Kami pun menonton film di laptop Rachell. Setelah menonton film, kami memutuskan untuk bermain petak umpet. Saat itu, yang jadi adalah Hana. Hana menghitung. Aku bersembunyi di bawah meja makan, Tiara di gudang, sedangkan Rachell di dalam mobil. Setelah selesai menghitung, Hana ...

Aku Atau Dia

Pagi hari yang cerah, burung berkicau pohon-pohon menari-nari, ada dua gadis remaja yang sangat cantik duduk di bawah pohon… “Hai kenalin gue Reza” ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya, “Aku Fani” Jawab Fani seraya membalas uluran tangan, “ini temen gue Echa” ucapnya lagi “Ya udah gue balik dulu ya” ucap Reza Setelah 6 bulan mereka kenal akhirnya Reza mengungkapkan perasaannya di antara 2 gadis itu. “Gue suka lu cha” ucap Reza ketika mereka berada di taman… “Apaan si za bercanda aja” ujar Echa “Gue serius cha, lu mau gak jadi pacar gue cha?” “Gue …” “Lu jahat bangat cha, padahal lu tau gua suka sama Reza” ucap Fani yang mendengar pembicaraan mereka “Fan gue bisa jelasin, ini itu salah paham” ucap echa “Apaan gue gak butuh alasan lagi” ucap Fani marah dan langsung pergi “Fani, tunggu gue” teriak Echa sambil mengejar Fani “Fani awas” teriak Echa Brukk tubuh Fani terlempar mobil yang menabraknyaSuasana mendadak hening, lalu suara teriakan Echa yang menghampiri ...